Saat bahagia adalah saat menghantar anak masuk perguruan tinggi. Setahun yang lewat di September 2017, Jabal diterima di jurusan Arsitek UTM Malaysia. Semoga Allah menuntut setiap langkahmu dalam kehidupan ini, my lovely son jabal El Thariq .Dan memberimu kebahagian di dunia dan akhirat. Sukses selalu ^_^
Rabu, 22 Agustus 2018
Saat bahagia adalah saat menghantar anak masuk perguruan tinggi. Setahun yang lewat di September 2017, Jabal diterima di jurusan Arsitek UTM Malaysia. Semoga Allah menuntut setiap langkahmu dalam kehidupan ini, my lovely son jabal El Thariq .Dan memberimu kebahagian di dunia dan akhirat. Sukses selalu ^_^
Mengapa
Kita harus Berbisnis ?
Menurut Schumpeter,
dalam perkembangan ekonomi kedudukan entrepreneur
sangatlah penting. Apabila entrepreneur banyak tersedia, maka
perkembangan ekonomi akan dapat tercapai dengan pesat. Begitu juga dengan yang
pernah diutarakan olah Ustaz Erick bahwa, negara-negara maju rata-rata memiliki
jumlah pengusaha di atas 20 persen. Bila di bawah jumlah tersebut maka suatu
negara belum dapat dikatakan sebagai negara yang mapan.
Hal ini tentu sangat
berhubungan erat dengan ajaran agama kita, yang menekankan pentingnya berbisnis
atau menjadi entrepreneur. Mari kita bahas tentang masalah ini, dengan menelaah
ayat dan hadist yang berhubungan dengn bisnis dan perdagangan.
Nabi SAW. ditanya oleh
salah seorang sahabatnya : “Ya Rasulullah penghasilan apakah yang paling
baik?” beliau menjawab, “Penghasilan seseorang dari jerih
payah tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur.” (HR. Ahmad).
Di sini rasulullah menyebutkan berdagang adalah sebaik-baik profesi. Begitu
juga dengan entrepreneur yang berproduksi dan berinovatif lewat kreativitas dan
jerih payah tangannya. Kita ketahui berproduksi dan perdagangan adalah inti
dari kegiatan ekonomi, yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang dan
jasa. Sehubungan dengan hadist ini juga kita melihat bahwa Rasulullah dan
sahabat-sahabatnya adalah seorang pedagang yang handal dan sukses. Karena itu
tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menjalankan profesi ini.
Dari Abu Sa’id
Al-Khudri ra. Rasulullah SAW. bersabda :“Pedagang yang senantiasa jujur lagi
amanah akan bersama para Nabi, orang-orang yang selalu jujur dan orang-orang
yang mati syahid.” (HR. Tirmidzi). Betapa mulianya pedagang yang jujur
dan amanah, sehingga Allah menghadiahkan pahala seperti orang mati syahid.
Masih tidak tertarik dengan profesi ini ?
Allah Swt. berfirman: Orang-orang
yang menimbun emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allah, kepada
mereka beritahukanlah bahwa mereka akan mendapat siksaan yang sangat pedih. (QS
at-Taubah [9]: 34). Al Qur’an melarang kita untuk menimbun harta. Harta
harus diinvestasikan supaya menghasilkan dan memberi maslahat kepada masyarakat
keseluruhan. Karena penimbunan harta akan berpengaruh terhadap perekonomian
secara umum. Penimbunan harta itu akan mempengaruhi sirkulasi dan
pertukaran harta di tengah masyarakat, dan akhrinya akan mempengaruhi jalannya
roda perekonomian.Jika seseorang menimbun uang, itu artinya uang itu tidak
masuk pasar. Karena penimbunan itu, sirkulasi harta di masyarakat pun
terganggu. Pada taraf tertentu, jika jumlah uang yang ditimbun banyak,
roda perekonomian pun akan berjalan sangat lambat dan akibatnya perekonomian
akan merosot. Dan sebaliknya berputarnya uang akan berdampak terjadinya
transaksi jual beli, investasi untuk produksi barang dan jasa yang diperluankan
masyarakat, dan juga akan memperluas
kesempatan kerja.
Secara mikro ekonomi
(partial), apakah kelebihan lain dari berdagang dan berbisnis ? Dengan menjadi
pedagang atau entrepreneur kita dapat
mengatur waktu dan kehidupannya dengan baik. Para ulama mengatakan,
orang yang berbisnis (berdagang) dapat mengatur antara waktu kerjanya dan
kehidupan diluar kerja dengan baik, karena mereka yang menentukan dan mengatur
waktu tersebut. Dan beberapa para ulama pada zaman dahulu juga berbisnis dengan
berdagang sehingga mereka memiliki waktu luang untuk berda’wah.
Dari sisi kekuatan
ekonomi umat Islam, tanpa usahawan-usahawan yang baik, siapa yang akan membayar
zakat, infak dan sedekah, untuk membiayai dakwah Kalau yang berusaha lebih
banyak nonmuslim, tentu mereka tidak akan keluarkan zakat. Jadi perlu
ditumbuhkan banyak pembayar zakat. Itu juga bagian dari dakwah. Sejarah
Rasulullah dimulai dari seorang pengusaha, Siti Khadijah juga pengusaha, dan
pada dasarnya Islam datang dari Arab itu bukan dibawa oleh ulama. Islam dibawa
oleh para pedagang. Bukan pula para dai yang membawa ajaran Islam ke Indonesia
tetapi para pedagang atau saudagar.
Masih ragu untuk
menjadi entrepreneur atau pedagang…^_^
???
Langganan:
Komentar (Atom)
