Rabu, 22 Agustus 2018



Saat bahagia adalah saat menghantar anak masuk perguruan tinggi. Setahun yang lewat di September 2017, Jabal diterima di jurusan Arsitek UTM Malaysia. Semoga Allah menuntut setiap langkahmu dalam kehidupan ini, my lovely son jabal El Thariq .Dan memberimu kebahagian di dunia dan akhirat. Sukses selalu ^_^
Mengapa Kita harus Berbisnis ?

Menurut Schumpeter, dalam  perkembangan ekonomi kedudukan  entrepreneur sangatlah penting. Apabila entrepreneur banyak tersedia, maka perkembangan ekonomi akan dapat tercapai dengan pesat. Begitu juga dengan yang pernah diutarakan olah Ustaz Erick bahwa, negara-negara maju rata-rata memiliki jumlah pengusaha di atas 20 persen. Bila di bawah jumlah tersebut maka suatu negara belum dapat dikatakan sebagai negara yang mapan.

Hal ini tentu sangat berhubungan erat dengan ajaran agama kita, yang menekankan pentingnya berbisnis atau menjadi entrepreneur. Mari kita bahas tentang masalah ini, dengan menelaah ayat dan hadist yang berhubungan dengn bisnis dan perdagangan.

Nabi SAW. ditanya oleh salah seorang sahabatnya : “Ya Rasulullah penghasilan apakah yang paling baik?” beliau menjawab, “Penghasilan seseorang dari jerih payah tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur.” (HR. Ahmad). Di sini rasulullah menyebutkan berdagang adalah sebaik-baik profesi. Begitu juga dengan entrepreneur yang berproduksi dan berinovatif lewat kreativitas dan jerih payah tangannya. Kita ketahui berproduksi dan perdagangan adalah inti dari kegiatan ekonomi, yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa. Sehubungan dengan hadist ini juga kita melihat bahwa Rasulullah dan sahabat-sahabatnya adalah seorang pedagang yang handal dan sukses. Karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menjalankan profesi ini.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra. Rasulullah SAW. bersabda :“Pedagang yang senantiasa jujur lagi amanah akan bersama para Nabi, orang-orang yang selalu jujur dan orang-orang yang mati syahid.” (HR. Tirmidzi). Betapa mulianya pedagang yang jujur dan amanah, sehingga Allah menghadiahkan pahala seperti orang mati syahid. Masih tidak tertarik dengan profesi ini ?
Allah Swt. berfirman: Orang-orang yang menimbun emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allah, kepada mereka beritahukanlah bahwa mereka akan mendapat siksaan yang sangat pedih(QS at-Taubah [9]: 34). Al Qur’an melarang kita untuk menimbun harta. Harta harus diinvestasikan supaya menghasilkan dan memberi maslahat kepada masyarakat keseluruhan. Karena penimbunan harta akan berpengaruh terhadap perekonomian secara umum.  Penimbunan harta itu akan mempengaruhi sirkulasi dan pertukaran harta di tengah masyarakat, dan akhrinya akan mempengaruhi jalannya roda perekonomian.Jika seseorang menimbun uang, itu artinya uang itu tidak masuk pasar. Karena penimbunan itu, sirkulasi harta di masyarakat pun terganggu.  Pada taraf tertentu, jika jumlah uang yang ditimbun banyak, roda perekonomian pun akan berjalan sangat lambat dan akibatnya perekonomian akan merosot. Dan sebaliknya berputarnya uang akan berdampak terjadinya transaksi jual beli, investasi untuk produksi barang dan jasa yang diperluankan masyarakat, dan juga akan  memperluas kesempatan kerja.

Secara mikro ekonomi (partial), apakah kelebihan lain dari berdagang dan berbisnis ? Dengan menjadi pedagang atau entrepreneur kita dapat mengatur waktu dan kehidupannya dengan baik. Para ulama mengatakan, orang yang berbisnis (berdagang) dapat mengatur antara waktu kerjanya dan kehidupan diluar kerja dengan baik, karena mereka yang menentukan dan mengatur waktu tersebut. Dan beberapa para ulama pada zaman dahulu juga berbisnis dengan berdagang sehingga mereka memiliki waktu luang untuk berda’wah.

Dari sisi kekuatan ekonomi umat Islam, tanpa usahawan-usahawan yang baik, siapa yang akan membayar zakat, infak dan sedekah, untuk membiayai dakwah Kalau yang berusaha lebih banyak nonmuslim, tentu mereka tidak akan keluarkan zakat. Jadi perlu ditumbuhkan banyak pembayar zakat. Itu juga bagian dari dakwah. Sejarah Rasulullah dimulai dari seorang pengusaha, Siti Khadijah juga pengusaha, dan pada dasarnya Islam datang dari Arab itu bukan dibawa oleh ulama. Islam dibawa oleh para pedagang. Bukan pula para dai yang membawa ajaran Islam ke Indonesia tetapi para pedagang atau saudagar.

Masih ragu untuk menjadi entrepreneur atau pedagang…^_^  ???

By : Martavevi Azwar